YOGYAKARTA– Momentum kemerdekaan Indonesia selalu menjadi sebuah simbol bahwa Indonesia sudah lepas dari penjajahan. Tepat 17 Agustus 2022 merupakan 77 tahun Indonesia Merdeka, dengan mengusung tema “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat,” mendeskripsikan bahwa Indonesia harus segera bangkit dari keterpurukan setelah adanya pandemi covid-19.

Garnisanti, S.Pd.

Adanya kasus ini banyak diantara masyarakat Indonesia yang seakan-akan terjajah. Salah satunya bagi dunia Pendidikan di Indonesia yang mana kegiatan Belajar Mengajar di sekolah sempat tidak aktif dan digantingan dengan Pembelajaran Berbasis Online. Di ungkapkan oleh Garnisanti, S.Pd. selaku salah satu Guru SDIT Salsabila Al Muthi’in, bahwa kemerdekaan sesungguhnya bagi para pelajar Indonesia adalah kemerdekaan untuk menikmati lingkungan sekolah yang aman, nyaman, belajar edukasi yang menyenangkan saling berinteraksi dengan guru dan teman-teman di sekolah. Tidak hanya itu saja, kemerdekan yang harus diberikan saat ini adalah kebebasan belajar yang mana tidak hanya berpaku pada materi saja, tapi kita harus menumbuhkan kreatifitas masing-masing siswa, pungkasnya. Yang terpenting adalah Jadilah dirimu sendiri, berikan contoh yang terbaik untuk teman-temanmu, apa yang menurutmu baik ikutilah dan apa yang menurutmu buruk maka tinggalkanlah. Tetap semangat dan jadilah dirimu sendiri yang terbaik, pesan Santi.

Imam Sofyan, S.Pd

Di lain sisi, Imam Sofiyan, S.Pd. selaku kepala sekolah SDIT Salsabila Al Muthi’in, mengungkapkan bahwa merdeka bukan merupakan kebebasan semaunya sendiri, tetapi kebebasan kita untuk berfikir kreatif, berkreasi dan berinovasi, kebebasan sesuai batas dan norma-norma demi kemajuan Bangsa Indonesia kita tercinta. Untuk memajukan Indonesia harus dibekali dengan iman dan takwa kita kepada Allah SWT, agar terwujud sikat toleransi, menghormati antar sesama manusia. Dalam dunia pendidikan saat ini, kemerdekaan sesungguhnya adalah kebebasan berpikir, kebebasan memilih pendidikan, mendapatkan pengajaran, keamanan, kenyamanan demi mencerdaskan bangsa, pungkasnya.

Dr. Ir. H. Suroyo, MSi

Arti kebebasan itu sangat luas, tentunya setiap individu bebas untuk bagaimana mereka mengapresiasikan kebebasannya. Tak lain, dikatakan oleh Dr. Ir. H. Suroyo, M.Si. selaku Ketua Yayasan Al Muthi’in Yogyakarta bahwa kemerdekaan adalah sebuah kemandirian bagaimana bangsa Indonesia ini bisa mengurus bangsanya sendiri untuk menjadi bangsa yang sejahtera lahir dan batin. Bagaimana mewujudkan bangsa indonesia yang lahir batin, kita sebagai umat islam yang ada di Indonesia bisa menjalankan syariat agamanya Allah SWT yaitu manjalankan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang Allah SWT larang. Dengan begitu maka terwujudlah bangsa Indonesia yang cerdas iman dan takwanya. Untuk menjadi bangsa yang cerdas kita harus tanamkan pola pikir yang positif dalam diri agar tidak terpengaruh dengan hal-hal yang negatif. Jadilah manusia yang mampu mewujudkan Islam rahmatan lil’alamin yaitu Islam yang kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam semesta, pesannya. Semoga Indonesia tetap menjadi bangsa yang besar dan semakin besar. Mari kita rawat kemerdekaan ini Bersama-sama, dengan terus menjalankan sesuai syariat agama dengan konsisten untuk kepentingan Alam semesta. Jadilah bangsa yang terus merdeka tetap merdeka, paparnya.

H. M. Jafar, S.Pd.I.

Selain itu, dikatakan olah bapak H.M Jafar, S.Pd.I selaku Dewan Pembina Yayasan Al Muthi’in, bahwa kemerdekaan yang sesungguhnya adalah bebas dari ikatan, bebas dari belenggu negara lain, dalam menentukan tidak terpengaruh dengan orang lain maupun negara lain. Perjuangan kita saat ini adalah berpikir positif, saling menghormati satu sama lain, bahu membahu untuk memajukan negara ini agar lebih maju lagi. Membela negara dalah kewajiban seluruh warga negara Indonesia itu sendiri, yang disimbolkan dalam Islam Hisbul Waton Minal Iman bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman. Jadilah tauladan yang terbaik, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ahzab : 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

21.  Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.

Yang mana kita sebagai umatnya Nabi Muhammad SAW bisa menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari baik dari perbuatan, perkataan maupun usahanya dalam memerdekakan umat islam. Tetaplah menjadi umat islam yang tabah dan sabar dalam menghadapi Cobaan-Nya, pesannya.   

Dari uraian diatas menyiratkan bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa dan hak setiap individu untuk menyatakan kemerdekaannya.  (Bekti/Jurnalis)

41 ribu kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://static.salekit.vn/.-/agen-judi-bola/https://talurluxurycars.com/-/link-slot-gacor/https://vnr500.com.vn/.-/slot-deposit-pulsa/https://sbvietnam.com.vn/slot-deposit-pulsa/https://conference.edu.ge/public/-/slot-gacor-maxwin/https://www.sgquest.com.sg/-/slot-gacor-malam-ini/https://ccchilas.edu.pk/-/slot-gacor-malam-ini/https://www.ladungssicherung.eu/-/slot-terpercaya/http://project-wre.eng.chula.ac.th/-/link-slot-gacor/https://belodent.org/-/slot-pulsa/https://aaryatravel.com/slot-dana/http://project-wre.eng.chula.ac.th/slot-gacor/http://katecheza.radom.pl/-/slot-gacor/https://esrobbins.com/.-/slot-gacor-2022/https://ccchilas.edu.pk/ewallet/slot-dana/https://alynhs.edu.bz/situs-slot-gacor/https://allproductkey.com/slot-resmi-2022/https://eta.edu.ge/slot-online-terpercaya/